May 17, 2012
“aku tanpa kamu hanyalah beriak dusta yang menyeruak setiap genangan kata”

— drp

May 17, 2012
“Banyak sudah rindu yang kamu linting dengan lantang, sedangkan arah tujuannya masih luntang-lantung.”

— (yours Bella)

(Source: rebeccarinda)

May 17, 2012
“Aku menunggumu, di sela peparu yang masih terbebas sesak, di himpitan sel otak yang belum menafsir kemustahilan, di hati yang belum terjamah luka. Penuh sabar.”

— (via beatrice-aruan)

May 16, 2012

[Flash 9 is required to listen to audio.]

sadgenic:

“Falling Slowly” - covered by @Egofauzy & Me.

Never met Ego before, so we duet through email. Enjoy :)

May 16, 2012

bon appetite

biar kupetik sejumput rindu untukmu. lalu kuaduk bersama secangkir penuh senja. biarkan ia melarut. dibunuh merahnya senja.

May 16, 2012

sendiri

bayangkan menjadi aku. menelan sepi sepanjang fajar sepanjang senja.

kemana mereka? ah iya aku lupa. mereka pergi.

dan kamu? kamu masih disini. di setiap ruas pikiranku. kamu melekat disitu. mengakar tak pudar. kamu hidup didalamku.

bayangkan itu. kamu hidup didalamku. ikut melarut bersama sepi. ikut mati bersamaku.

May 14, 2012

yoz70:

Hujan punya mantra apa? Merekayasa rindu yang tiada menjadi ada.